Welcome To

SK Lembah Jaya|How To Make Money Online. This site provides education information also tips and techniques for beginning bloggers in order to make money online.
Custom Search

Tuesday, 15 May 2012

Siratul Mustaqim

SIRATUL MUSTAQIM


Al Shirath (Bahasa Arab الصراط) adalah jambatan/titian yang terbentang di atas permukaan neraka Jahannam yang sangat licin, memiliki kait, cakar dan duri. Setelah melewati masa di Mahsyar, kaum Muslim akan dibentangkan shirath bagi mereka di atas Jahannam sehingga mereka melintasi di atasnya dengan kecepatan bergantung dengan kadar keimanan mereka. Orang yang pertama kali melewatinya adalah Nabi Muhammad S.A.W., kemudian  Nabi Muhammad S.A.W. berdiri di tepi shirath seraya berdoa, “Rabbi, selamatkan, selamatkan!” Jika ada umat-Nya yang pernah menyekutukan Allah S.W.T. dengan kesyirikan besar dan belum bertaubat sebelum kematiannya, akan mengakibatkan kekekalan di dalam neraka.


Adapun orang-orang kafir dengan berbagai jenisnya, musyrikin, penyembah berhalaatheis dan yang lainnya, mereka itu akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dibukakan ketujuh pintu Jahannam bagi mereka.

Sesuai dengan surah Az Zumar: 71,



Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahanam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya.(Az Zumar): 71)



dan Surat Al Hijr: 44,



Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka. (Al Hijr: 44)"

Wujud Shirath

Jambatan yang menghubungkan  Mahsyar  dengan Syurga, menurut keterangan sahabat Abu Said, "Jambatan ini lebih kecil dari rambut dan lebih tajam dari pedang."   Nabi Muhammad S.A.W. pernah bersabda: "Sesungguhnya Allah S.W.T. telah menciptakan Shirath yang berada diatas neraka, iaitu jambatan yang terletak di tengah-tengah neraka Jahannam yang sangat licin dan dapat menggelincirkan. 


Jambatan ini juga mempunyai 7 gardu (pos), yang setiap gardu jaraknya sama dengan perjalanan 3000 tahun.

  • 1000 tahun berupa tanjakan yang tinggi,
  • 1000 tahun berupa dataran, 
  • 1000 tahun berupa lereng yang curam. 
Dia lebih kecil dan lembut dari pada rambut, lebih tajam dari pada pedang, dan lebih gelap dibandingkan malam yang pekat. Setiap gardu mempunyai 7 cabang, setiap cabang bentuknya bagai panah yang hujungnya sangat tajam. Duduklah setiap hamba diatas setiap gardu tersebut dan ditanyakan kepadanya tentang perintah-perintah Allah S.W.T.

Pertanyaan di setiap pos
Selama perjalanan di shirath, setiap seorang hamba akan ditanyakan tentang apa saja yang telah ia kerjakan selama hidupnya. Pertanyaan disetiap pos adalah sebagai berikut:


1. Pos pertama iman,

2. Pos kedua sholat,

3. Pos ketiga zakat,

4. Pos keempat puasa,

5. Pos kelima haji dan umroh,

6. Pos keenam wudhu' dan mandi junub,
7. Pos ketujuh tentang sikap terhadap kedua orang tua, menyambung tali persaudaraan dan penganiayaan terhadap sesama makhluk hidup.

Jika seorang hamba lolos dari semua pertanyaan-pertanyaan ini, maka tetaplah ia pada pos dan jika tidak, maka ia akan dilemparkan ke dalam neraka.

Dalam suatu riwayat diceritakan: Sesungguhnya ketika manusia melewati jambatan, maka api neraka berada di bawah telapak kaki mereka, ada yang berada di atas kepala mereka, ada yang berada di sebelah kanan dan kiri mereka, serta ada yang berada di belakang dan di depan mereka.  Allah S.W.T.  berfirman dalam Surah Maryam:


Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu, hal itu bagi Tuhanmu adalah kepastian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut." (Qs. Maryam 71-72).


Sedangkan api neraka itu selalu memakan tubuhnya, mulai dari kulit sampai dagingnya, sehingga orang yang lewat diatas jembatan itu bagaikan arang yang hitam, kecuali orang-orang yang selamat dari api neraka. Sebagian mereka ada yang melewati neraka tanpa disertai rasa takut terhadap apapun dari kesulitan dan tidak pula merasakan panasnya, hingga ia berkata pada akhir perjalanannya: "Di manakah jembatan itu ?" Lalu dikatakan kepadanya: "Telah engkau lalui jambatan itu tanpa kesusahan berkat rahmat  Allah S.W.T. "

Sepuluh kumpulan manusia di Shirath

Manusia yang pertama kali menginjakkan kakinya di Shirath adalah  Nabi Muhammad S.A.W., dia akan memimpin kumpulan-kumpulan umatnya. Kumpulannya terbagi menjadi 10 bagian, yaitu:

1. Kumpulan pertama berjaya melintasi seperti kilat yang memancar.


2. Kumpulan kedua melintasi seperti angin yang kencang.


3. Kumpulan ketiga melintasi seperti kuda yang baik.


4. Kumpulan yang keempat seperti burung yang pantas.


5. Kumpulan yang kelima berlari.


6. Kumpulan keenam berjalan.

7. Kumpulan ketujuh berdiri dan duduk karena mereka dahaga dan penat. Dosa-dosa terpikul di atas belakang mereka.  Nabi Muhammad S.A.W. berhenti di atas Shirath. Setiap kali,  Nabi Muhammad S.A.W. melihat seorang dari umatnya bergelayut di atas Shirath, kemudian ia akan menarik tangannya dan membangunkan dia kembali.

8. Kumpulan kelapan menarik muka-muka mereka dengan rantai kerana terlalu banyak kesalahan dan dosa mereka. Bagi yang buruk, mereka akan menyeru: "Wahai  Nabi Muhammad S.A.W.!"  Nabi Muhammad S.A.W. kemudian berkata: "Tuhan! Selamatkan mereka! Tuhan! Selamatkan mereka"!

Kumpulan kesembilan dan kesepuluh tertinggal di atas Shirath, mereka tidak diizinkan untuk menyeberang.

Dikatakan bahwa, di pintu surga, ada pokok yang mempunyai banyak dahan. Bilangan dahannya tidak terkira hanya  Allah S.W.T.  saja yang mengetahui. Di atasnya ada anak-anak yang telah mati semasa di dunia ketika umur mereka belum baligh (dewasa). Apabila mereka melihat orang tua mereka, mereka menyambutnya dan mengiringi mereka memasuki surga. Mereka memberikan gelas-gelas dan cerek serta tuala dari sutera.



Dari Abdullah bin 'Amr R.A, Rasulullah S.A.W bersabda: 


      "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat"


Sumber dipetik dari  agamapenyelamatku.blogspot.com

Hadis Muslim

Add to Technorati Favorites

Google+ Followers

Panduan Destinasi Guru